9 Pantangan di Hutan yang Kerap Dikira Mistik Padahal Ada Penjelasan Logisnya



Perkiraan waktu membaca Menit

Edit


Main ke hutan atau naik gunung memang seru, tapi dari dulu kita sering dengar berbagai pantangan yang bikin mikir dua kali. Banyak yang mengira larangan ini cuma mitos bikinan orang tua zaman dulu buat menakut-nakuti. Padahal kalau dipikir pakai logika keselamatan, semua pantangan itu ada alasan masuk akalnya demi menjaga nyawa kita sendiri di alam bebas.

1. Dilarang Bersiul atau Berteriak di Malam Hari

Orang tua sering mengingatkan supaya kita tidak bersiul atau berteriak pas malam hari di hutan. Katanya, suara itu bisa memanggil penunggu gaib datang ke tenda. Kamu mungkin pernah ditegur teman gara-gara iseng bersiul pas lagi nongkrong malam-malam di camp. Tapi kalau dilihat dari sisi keselamatan, siulan bernada tinggi bisa mengganggu teman lain yang lagi istirahat atau butuh fokus. Selain itu, suara asing di malam hari malah bisa memancing rasa penasaran hewan buas yang pendengarannya sangat tajam.

2. Dilarang Menggunakan Pakaian Berwarna Hijau atau Gelap

Ada kepercayaan kalau pakai baju hijau atau serba gelap di hutan bisa bikin disukai dan diculik makhluk halus. Cerita ini biasanya dihubungkan dengan pendaki yang hilang tanpa jejak saat memakai kaus hijau yang warnanya mirip dedaunan. Alasan utamanya sebenarnya sederhana, baju hijau atau gelap bikin warna tubuhmu menyatu dengan pohon dan semak-semak. Kalau kamu tersesat atau kena musibah, tim SAR bakal susah setengah mati menemukan posisimu dari jauh.

3. Dilarang Buang Air Kecil di Bawah Pohon Besar atau Tua

Kencing sembarangan di pohon tua konon bisa bikin penunggunya marah sampai bagian tubuh kita bengkak. Ini biasanya terjadi kalau ada orang yang sudah kebelet di jalan, lalu asal kencing di celah akar tanpa permisi. Secara medis dan keamanan, akar pohon besar itu tempat favorit binatang berbahaya untuk bersembunyi, seperti ular, kalajengking, atau tawon. Belum lagi ada tanaman bergetah gatal di sekitar pohon tua yang bisa bikin kulitmu iritasi dan bentol-bentol kalau tersenggol.

4. Dilarang Membakar Terasi atau Makanan Beraroma Menyengat di Malam Hari

Memasak terasi atau makanan berbau tajam saat malam dilarang karena dianggap bisa mengundang kuntilanak. Coba bayangkan pas rombonganmu lagi bikin sambal terasi malam-malam, suasana yang tadinya tenang jadi terasa aneh. Tapi alasan aslinya berhubungan dengan hewan liar. Hidung hewan pemangsa seperti beruang, babi hutan, atau macan jauh lebih tajam dari hidung manusia. Bau makanan yang tajam dan terbawa angin malam bakal memandu hewan-hewan itu untuk datang ke tendamu mencari makan.

5. Dilarang Menepuk Bahu Teman dari Belakang di Jalur Curam

Nepuk pundak teman dari belakang saat jalan di jalur menanjak mitosnya bisa menghilangkan perlindungan gaib, jadi dia gampang kesurupan. Kadang kita cuma ingin bercanda kagetin teman yang jalannya lambat di depan. Tapi kaget di jalanan licin atau terjal itu berbahaya banget. Orang yang kaget bisa kehilangan keseimbangan, terpeleset, dan jatuh ke jurang.

6. Dilarang Mengambil Tumbuhan Khas atau Batu Aneh untuk Dibawa Pulang

Bawa pulang batu aneh atau tanaman unik dari hutan dipercaya bisa membawa sial sampai ke rumah. Contohnya saat ada teman yang iseng mengantongi batu berlumut atau memetik bunga langka buat pajangan kamar. Kalau dijelaskan secara ilmiah, tanaman atau benda asing di hutan bisa saja mengandung getah beracun, spora jamur, atau kuman yang kita tidak tahu. Selain itu, mengambil benda alam seperti itu jelas merusak lingkungan dan melanggar aturan menjaga alam.

7. Dilarang Melamun atau Membiarkan Pikiran Kosong di Persimpangan Jalan

Melamun di persimpangan jalan setapak sering dibilang bisa dibikin linglung sama wewe gombel. Hal ini wajar terjadi saat badan sudah capai berat, lalu kita duduk istirahat di pertigaan jalan sambil melamun. Padahal pas melamun, fokus dan kewaspadaan kita turun drastis. Hilang konsentrasi sebentar saja di persimpangan jalur bisa bikin kamu salah ambil jalan dan akhirnya terpisah dari rombongan.

8. Dilarang Membuang Sisa Makanan di Sekitar Tenda

Membuang sisa makanan di dekat perkemahan katanya bisa bikin penunggu hutan datang dan suasana kemah jadi tidak tenang. Kebiasaan ini sering dilakukan pendaki yang malas membersihkan piring lalu melempar sisa lauk ke semak-semak. Padahal, sampah makanan itu bakal mengundang tikus hutan, lalat, dan kuman untuk datang. Tenda yang kotor bisa bikin area kemah bau, memicu penyakit, dan mengotori sumber air bersih yang dibawakan.

9. Dilarang Membalas Panggilan Nama yang Tidak Jelas Sumbernya

Kalau mendengar suara orang memanggil namamu tapi tidak kelihatan wujudnya, katanya itu ulah penunggu hutan yang ingin menyesatkanmu. Misalnya kamu merasa ada yang memanggil dari balik semak-semak, padahal teman-temanmu lagi berkumpul di tenda. Dalam ilmu medis, ini disebut ilusi pendengaran (pareidolia auditori) yang sering muncul kalau tubuh terlalu lelah, kurang oksigen, atau karena suara gema angin. Kalau kamu asal menjawab atau malah berjalan mencari sumber suara itu, kamu bisa makin jauh dari jalur aman dan malah benar-benar hilang.

Menghargai aturan lokal saat main ke alam bebas itu penting sekali. Kalau kita paham alasan logis di balik setiap pantangan, kita bisa menikmati perjalanan di hutan dengan lebih tenang, aman, dan selamat sampai pulang.


Kamu baru saja membaca tentang 9 Pantangan di Hutan yang Kerap Dikira Mistik Padahal Ada Penjelasan Logisnya

Baca Juga Cerita Lainnya

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. Learn more