-->

I Am The Killer ?



Perkiraan waktu membaca Menit

Edit

I Am The Killer ?

Penulis : Fajli

Pagi yang cerah.
Tak secerah kehidupan yang kujalani, sekolah ditempat orang kaya dan cuma karna keberuntungan membuatku dibully teman temanku, bukan mereka bukan temanku aku membenci mereka. mereka mendapat nasib yang sangat beruntung. dapat orang tua yang kaya dan kehidupan yang menyenangkan tak seperti ku yg harus bersusah payah mencari nasi untuk makan.

Andai saja hari itu aku tak bertemu dia. aku mungkin tak akan masuk sekolah megah ini. aku masih ingat seminggu yang lalu

~~~~~~

Hari itu aku sedang berjalan jalan di tepian sungai pulang bekerja sampai tiba-tiba aku melihat seorang remaja wanita yg sedang diganggu brandalan. Awalnya aku acuh tapi remaja melihatku dengan mata penuh harapan. aku mencoba mengacuhkannya dan terus berjalan tapi

"AAAAA.. jangan. Hiks ja-ja-jangan," aku melihat mereka mulai menyentuh gadis itu.

"HEI HENTIKAN !" bentakku. aku tak bisa melawan hatiku dan berbalik cepat sambil berteriak.

"SIAL !!! APA-APAAN KAU MAU MENGGANGGU KAMI !" brandalan itu membentakku dan mendatangiku. mereka semakin dekat membuatku sedikit gugup.

"A-APA I-ITU ???" Para brandalan itu lari seakan melihat monster. aku bingung, aku menoleh tak ada apapun dibelakangku.

"Hei aku Mina, terima kasih untuk yang tadi. aku kira kamu akan pergi dan meninggalkanku di permainkan brandalan itu,"

"Oh iya, sama sama. aku Taka. kamu dari mana ? tempat ini berbahaya sebaiknya kamu pulang,"

"Aku dari Tokyo baru pindah kesini jadi aku tersesat dan tak tau dimana sekarang,"

"Yah, Hummm. Baiklah aku akan menemanimu mencari alamat rumahmu,"

"Maaf merepotkan,"

~~~~

Ya itulah awal perkenalanku dengan dia. ternyata dia adalah anak pemilik sekolah ini. karna rasa terima kasih ayahnya aku dimasukkan ke sekolah ini secara gratis. tapi itu malah membuatku di bully sebab aku dari keluarga sederhana. Setiap hari aku dibully, aku memang tak melawan karna aku takut dikeluarkan.

"Ugh, Sial,"

"Dipukuli Lagi ya ?"

"Mina-san ?"

"Kenapa kamu tidak melawan mereka ? jangan jadi lemah Taka-Kun. kamu yang menyelamatkanku seharusnya kamu bisa mengalahkan mereka,"

"Ya tapi,"

"Ah sudahlah. kamu jadi lemah," Dia berlalu meninggalkanku.

Malam itu aku lelah sekali dan mencoba tidur.

"SSsssrrrrrrrt" seperti suara kapak yang diseret di depan kamarku. aku mengabaikannya, kupikir itu cuma ilusi.

*****

Paginya semua penghuni Asrama dikejutkan dengan adanya pembunuhan dan anehnya darahnya mengalir ke kamarku dan kapak itu disamping tempat tidurku. aku pun terkejut ynag mati adalah Gura. dia adalah yang biasa membullyku. sialnya aku tertuduh membunuh dan diseret ke ruang kepala sekolah sekaligus pemilik sekolah ini. Aku dilarang keluar dan masuk sekolah serta bersosial dengan orang lain. dikurung dalam kamar sampai penyelidikan selesai.

Malam ini suara itu terdengar lagi. aku berlari keluar dan melihat siapa pembawa kapak itu. jejaknya menuju ruang tidur kepala sekolah dan terdengar suara kapak yang di pukulkan ke benda. perlahan aku membuka pintu. wajah itu, aku meraba wajahku. wajah itu tersenyum sinis ke arahku. itu wajahku tapi siapa dia ? siapa itu ? aku terpaku tak bergerak. aku tak percaya aku bukan pembunuh. aku pingsan tak berdaya.

Berita mengejutkan membuat tubuhku yang mati rasa bergidik. beberapa orang mayat ditemukan di ruang kepala sekolah. mayat yang pertama adalah kepala sekolah yang terkejut tak percaya dan yang kedua adalah mayat yg terpotong potong di simpan di lemari kepala sekolah. mayat itu adalah dua orang anak yg hilang 3 tahun yang lalu yang tak lain adalah anak kepala sekolah itu dan temannya TAKA.

Kamu baru saja membaca tentang I Am The Killer ?

Baca Juga Cerita Lainnya

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. Learn more