Taotie, Mitos Monster Serakah Pemakan Manusia Tanpa Rahang Bawah
Taotie, Mitos Monster Serakah Pemakan Manusia Tanpa Rahang Bawah
Perkiraan waktu membaca Menit
EditTaotie adalah cerita legenda dari Tiongkok tentang monster kelaparan. Monster ini jadi simbol serakah sejak zaman dulu. Bentuknya sering kelihatan seperti ukiran topeng aneh tanpa dagu atau rahang bawah, dengan mata melotot di wadah perunggu kuno. Cerita rakyat bilang, nafsu makan monster ini sangat besar. Dia makan apa saja di depannya, bahkan makan tubuhnya sendiri sampai habis. Katanya, dia suka mengincar orang tua atau orang lemah yang sedang sendirian di tempat sepi.
Cerita dan Pengalaman tentang Taotie
Cerita ini dari pengalaman saya sendiri beberapa tahun lalu. Waktu itu saya main ke rumah paman di daerah pinggiran kota tua di Tiongkok. Paman saya suka mengoleksi barang antik, terutama barang perunggu peninggalan kerajaan dulu. Di ruang tamunya ada tempat perunggu besar berkaki tiga, namanya ding. Di depan wadah itu ada ukiran wajah monster yang aneh. Matanya besar melotot. Tapi kalau dilihat dekat-dekat, ukiran itu tidak punya rahang bawah. Paman bilang itu ukiran Taotie.
Waktu pertama kali lihat wadah itu, saya pikir cuma hiasan kuno biasa. Pas malam harinya, rumah sudah sepi dan orang-orang tidur. Saya terbangun gara-gara mendengar suara aneh dari ruang tamu. Suaranya seperti orang mengunyah makanan cepat-cepat dan kasar. Persis seperti suara orang mengunyah tulang keras sampai hancur.
Saya keluar kamar, terus jalan pelan-pelan ke ruang tamu. Saya tidak menyalakan lampu utama, cuma pakai bantuan sinar dari lampu jalanan di luar jendela. Pas saya mendekat ke wadah perunggu itu, suara kunyahan tadi langsung berhenti. Saya berdiri kira-kira dua meter dari sana. Sinar dari luar jendela kena pas di muka ukiran Taotie.
Dari situ saya lihat hal yang bikin merinding. Mata melotot di ukiran perunggu itu seperti geser sedikit, mengikuti gerak saya. Ukiran itu memang tidak punya rahang bawah. Tapi dari celah bawahnya, keluar bau amis yang kuat, seperti bau darah lama kena tanah basah. Bayangan di tembok belakang wadah itu juga aneh. Bentuknya bukan wadah bulat, tapi bayangan kepala besar tanpa leher dan tanpa badan, punya bulu tebal dan taring seperti babi hutan.
Saya jadi ingat cerita paman siang harinya. Kata paman, catatan kuno bilang kalau Taotie ini sangat rakus seperti serigala. Dia selalu mengincar orang yang lagi sendirian, terutama yang tua atau lemah. Tapi dia punya kelemahan. Dia takut sama orang ramai atau tempat yang heboh.
Tanpa pikir panjang, saya mundur pelan-pelan sambil terus memelototi wadah itu. Pas sampai di depan kamar sepupu saya, saya ketuk pintunya kencang-kencang sambil panggil namanya. Pintu terbuka, sepupu saya keluar dengan muka bingung. Saat itu juga, bayangan hitam di tembok ruang tamu mengecil terus hilang. Suara mengunyah dan bau amis tadi langsung lenyap. Wadah perunggu itu kembali jadi benda mati biasa yang dingin.
Asal-Usul dan Fakta
Kalau secara sejarah, motif Taotie ini memang ada dan tercatat dalam ilmu arkeologi Tiongkok. Ukiran ini paling sering ada di wadah perunggu untuk ritual dari Dinasti Shang (sekitar 1600–1050 SM) dan Dinasti Zhou (1046–256 SM). Wadah perunggu bergambar Taotie biasanya berbentuk ding, yaitu kuali besar berkaki tiga atau empat. Gunanya untuk masak atau menyajikan daging saat acara sembahyang.
Bentuk motif Taotie di barang-barang tua ini sangat khas. Gambar utamanya topeng hewan dari depan yang seimbang kiri-kanan. Bagian paling kelihatan itu sepasang mata bulat yang menonjol keluar, alis tebal, tanduk, dan tidak punya rahang bawah. Para ahli bilang, model ukiran ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum Dinasti Shang. Buktinya ditemukan di batu giok Kebudayaan Liangzhu (3310–2250 SM), tembikar bergambar dari Kebudayaan Xiajiadian Bawah, dan peninggalan Kebudayaan Shijiahe.
Walaupun sekarang para peneliti menyebut ukiran ini Taotie, sebenarnya tidak ada catatan pasti apa nama aslinya dulu. Orang-orang Dinasti Shang dan Zhou sendiri tidak meninggalkan tulisan tentang nama ukiran ini saat mereka membuatnya. Nama Taotie baru muncul di buku-buku ratusan tahun setelahnya.
Kata Taotie pertama kali dipakai di kitab Zuo Zhuan, sebuah buku sejarah Tiongkok dari tahun 722 sampai 468 SM. Di buku itu, Taotie bukan cuma nama ukiran, tapi julukan buat salah satu dari Empat Kejahatan Utama (Si Xiong). Kitab itu menyebut Taotie sebagai keturunan klan Jinyun dari zaman Kaisar Kuning. Dia diceritakan sangat rakus, serakah, dan tidak pernah puas sama makanan atau harta. Akhirnya, kata Taotie di bahasa Tionghoa kuno dipakai untuk mengartikan sifat serakah.
Selain Taotie, tiga makhluk jahat lain yang masuk daftar Empat Kejahatan Utama yaitu:
1. Hundun, monster pembuat kacau yang bentuknya mirip kantong kuning bersayap empat dan berkaki enam, tanpa muka atau lubang tubuh.
2. Qiongqi, monster mirip harimau bersayap yang suka makan manusia dari kepala atau kaki.
3. Taowu, monster keras kepala bermuka manusia, berkaki harimau, punya taring babi hutan, dan ekornya sepanjang 18 kaki.
Penjelasan lebih detail soal wujud Taotie ada di kitab Lu Shi Chun Qiu dari abad ke-3 Sebelum Masehi. Kitab ini menulis kalimat yang terkenal: "Taotie pada perunggu Zhou punya kepala tapi tidak punya badan. Waktu dia makan manusia, sebelum sempat menelannya, tubuhnya sendiri sudah rusak."
Beberapa ahli sejarah mengartikan kalimat ini mentah-mentah. Menurut mereka, monster ini saking rakusnya sampai memakan tubuhnya sendiri dan cuma tersisa kepala. Tapi peneliti modern seperti Sarah Allan punya pendapat lain. Gambar monster tanpa badan yang makan manusia ini ada hubungannya sama fungsi wadah perunggu itu sendiri. Wadah ding dipakai untuk menyajikan daging kurban buat roh leluhur, yang dipercaya punya rasa lapar tanpa batas.
Di kitab Shen Yi Jing (Buku tentang Dewa dan Hal-hal Aneh), wujud Taotie dijelaskan lebih rinci lagi. Disebutkan kalau Taotie itu makhluk berbulu dengan moncong seperti babi. Sifatnya sangat serakah mirip serigala, tapi dia tidak mau makan biji-bijian hasil tanam manusia. Taotie cuma mau makan orang tua dan orang lemah, plus takut kalau melihat orang banyak berkumpul. Di tulisan kuno lain, Taotie punya nama-nama lain seperti Tanlin (si serakah), Qiangduo (si perampas), dan Lingruo (si penindas yang lemah).
Zaman Dinasti Song dan Dinasti Ming, arti dari ukiran Taotie makin berkembang. Ahli sejarah bernama Luo Bi dari Dinasti Song Selatan menyambungkan motif Taotie dengan tokoh mitologi Chiyou. Dia menulis, setelah Kaisar Kuning mengalahkan dan memenggal kepala Chiyou, orang-orang pintar zaman dulu mengukir wajah Chiyou di tempat perunggu. Maksudnya buat pengingat supaya orang-orang di masa depan tidak serakah dan terlalu ambisius seperti Chiyou.
Lalu di zaman Dinasti Ming, waktu para cendekiawan bikin daftar legenda Sembilan Anak Naga, tokoh bernama Yang Shen memasukkan Taotie sebagai salah satu anak naga. Di versi ini, Taotie digambarkan sebagai anak naga yang hobinya makan dan minum. Makanya gambarnya selalu diukir di tempat-tempat makanan dari perunggu.
Menurut para peneliti zaman sekarang, ada beberapa teori soal fungsi asli ukiran Taotie di wadah kuno ini:
1. Teori Teknik Pembuatan: Ahli seni Robert Bagley berpendapat kalau pola Taotie ini muncul murni karena teknik cetakan perunggu zaman dulu. Jadi cuma kreasi seni para pembuatnya saja, tidak ada maksud keagamaan.
2. Teori Topeng Shaman: Peneliti seperti Jordan Paper merasa ukiran ini adalah gambaran topeng ritual. Topeng ini dulu dipakai sama dukun atau raja-raja kuno saat ritual kesurupan untuk bicara sama roh leluhur.
3. Teori Komunikasi Spiritual: Filsuf Li Zehou bilang kalau Taotie bukan cuma gambar pemakan manusia, tapi simbol penghubung antara manusia dan dewa. Zaman dulu, bentuk Taotie yang seram punya dua fungsi: menakut-nakuti musuh, tapi jadi pelindung buat suku pemiliknya sendiri.
Walaupun sejarah dan temuan arkeologi sudah menjelaskan soal wadah perunggu ini, masyarakat lokal masih percaya kalau sifat serakah bisa memanggil Taotie. Kepercayaan ini terus ada dalam cerita-cerita rakyat.
Ukiran di tempat kuno itu mungkin cuma perunggu mati yang tersimpan di museum atau ruang koleksi pribadi. Tapi kalau malam sudah sepi dan kamu mendengar suara mengunyah pelan di dekat benda-benda tua, bisa jadi ada mata melotot yang lagi melihat ke arahmu dari balik kegelapan.
Referensi: Wikipedia: Taotie, Wikipedia: Four Perils, Wikipedia: Taotie
Kamu baru saja membaca tentang Taotie, Mitos Monster Serakah Pemakan Manusia Tanpa Rahang Bawah