Nenek Seram Berumah Kaki Ayam di Hutan Belantara
Nenek Seram Berumah Kaki Ayam di Hutan Belantara
Perkiraan waktu membaca Menit
EditWaktu kecil, aku sering dengar cerita nenek sihir yang suka memanggang anak kecil di perapian. Dulu aku pikir itu cuma nakut-nakutin biar aku nggak main jauh-jauh pas sore. Tapi pas dibaca lagi, sosok nenek dari cerita rakyat Slavia ini ternyata beneran bikin merinding. Namanya Baba Yaga.
Siapa Sebenarnya Baba Yaga
Kalau diartikan gampangnya dari bahasa Slavia, kata baba artinya nenek atau wanita tua. Di beberapa daerah, sebutan ini malah dipakai buat nenek-nenek yang penampilannya kotor atau kelakuannya aneh. Nah, kata yaga-nya ini yang bikin peneliti pusing. Ada yang mengira kata itu berhubungan sama rasa takut, marah, atau penyakit.
Baba Yaga gampang diingat bukan cuma karena namanya, tapi juga rumahnya. Katanya, dia tinggal di tengah hutan lebat. Rumahnya bukan rumah biasa, tapi gubuk tua yang punya sepasang kaki ayam dan bisa muter sendiri. Coba bayangin kamu lagi jalan malam-malam di hutan, terus ketemu rumah kayu yang berdiri di atas kaki ayam raksasa. Seram kan?
Antara Penolong dan Pemangsa
Cerita tentang Baba Yaga ini ada banyak versi. Karakternya punya dua sisi yang beda banget. Di satu cerita, dia digambarkan sebagai nenek sihir jahat yang hobi nyulik anak-anak buat dimakan. Giginya dari besi, terus hidungnya panjang banget. Saking panjangnya, pas dia tidur telentang di atas tungku, hidungnya nyampe mentok ke atap rumah.
Di cerita lain, dia malah bantu orang yang tersesat. Contohnya kisah Ivan, pemuda yang lagi keliling cari kerajaan jauh. Di tengah jalan, dia ketemu gubuk kaki ayam milik Baba Yaga. Pas Ivan baru datang, Baba Yaga langsung ngomong kalau dia nyium bau manusia dan mau makan pemuda itu.
Tapi setelah dibujuk atau dikasih syarat tertentu, Baba Yaga malah ngasih petunjuk jalan atau barang sakti. Terus di beberapa versi, Baba Yaga ini nggak cuma satu. Dia punya tiga saudara perempuan yang namanya sama persis, dan semuanya tinggal di rumah kaki ayam di tempat berbeda.
Kendaraan Unik dan Kebiasaan Aneh
Cara terbang Baba Yaga juga beda sama penyihir barat yang biasa naik sapu. Dia memang kadang pakai sapu, tapi ciri khas aslinya itu terbang naik lesung—alat tumbuk padi dari kayu. Tangan kanannya megang alu, terus tangan kirinya megang sapu buat ngapus jejak di tanah biar nggak ada yang bisa ngikutin.
Para peneliti sempat bingung kenapa alat penumbuk padi yang dipilih jadi kendaraannya. Ada dugaan alat itu dulunya dipakai dalam ritual kuno, baru lama-lama dianggap sebagai ciri khas si nenek sihir.
Nama Baba Yaga makin terkenal pas masuk ke catatan sejarah pertengahan abad ke-18. Waktu itu namanya ditulis di buku tata bahasa Rusia karya Mikhail Lomonosov. Di situ, dia disejajarkan sama dewa-dewa kuno, tapi dikelompokkan sendiri karena dianggap unik banget. Sekitar abad ke-17 sampai 18, gambarnya juga sempat ramai dicetak di atas kayu buat lelucon politik. Dia digambar lagi naik babi buat perang lawan makhluk mirip buaya.
Sekarang nama Baba Yaga nggak cuma ada di buku cerita. Di dunia nyata, nama ini dipakai buat sebutan jenis drone pengebom ukuran besar yang punya banyak baling-baling. Drone berat ini biasa dipakai malam hari dan punya kamera pendeteksi panas. Aneh juga rasanya, sosok nenek sihir dari dongeng ratusan tahun lalu sekarang malah jadi nama mesin perang modern di medan konflik.
Referensi: Wikipedia: Baba Yaga, Wikipedia: Baba Yaga (aircraft)
Kamu baru saja membaca tentang Nenek Seram Berumah Kaki Ayam di Hutan Belantara