Teror Rumah Impian di Perumahan Ladda Land
Teror Rumah Impian di Perumahan Ladda Land
Perkiraan waktu membaca Menit
Ladda Land itu legenda urban dari Thailand tentang komplek perumahan di Chiang Mai yang menyimpan banyak cerita mistis bagi penghuninya. Perumahan ini katanya punya suasana aneh yang bikin orang gampang stres dan sering berantem di dalam rumah tangga. Hantu-hantu di sana, seperti arwah pembantu yang dibunuh secara sadis dan keluarga tetangga yang bunuh diri, suka muncul dan mengganggu mental warga. Gangguan ini dipercaya bisa bikin orang yang tinggal di sana nekat saling melukai, jadi gila, sampai mengakhiri hidupnya sendiri.
Cerita dan Pengalaman tentang Ladda Land
Dari kecil aku lebih banyak tinggal sama Nenek di Bangkok. Orang tuaku menikah waktu masih SMA, jadi hubungan Ayah (Thee) dan keluarga Ibu (Parn) sebenarnya kurang akur. Nenek mau merawatku dengan syarat aku harus tinggal bersamanya. Tapi pas umurku 14 tahun, Ayah nekat memboyong kami sekeluarga pindah ke Chiang Mai. Ayah membeli rumah di komplek Ladda Land. Dia kerja di perusahaan suplemen makanan dan yakin kepindahan ini bisa menyelesaikan masalah keuangan keluarga.
Dari awal pindah, aku sebenarnya tidak suka. Aku cuma mau pulang ke rumah Nenek di Bangkok. Ibu juga kelihatan pusing memikirkan cicilan rumah yang mahal. Ayah sudah berusaha bikin aku senang, tapi aku tetap tidak betah. Rumah baru kami memang kelihatan bagus dan sepi, cuma ada yang aneh dengan lingkungan di situ. Suasananya bikin orang gampang emosi dan bertengkar.
Tetangga sebelah rumah kami namanya Pak Somkiat. Tiap hari ada saja keributan di rumahnya. Kami sering mendengar dia memaki dan memukuli istrinya, anaknya, sampai ibunya yang sudah tua. Kejadian itu berulang terus sampai akhirnya ada musibah besar. Pak Somkiat ngamuk dan membantai semua anggota keluarganya sebelum dia bunuh diri. Yang paling menyeramkan, muka anak laki-lakinya diiris dari atas ke bawah sampai hancur.
Sebelum kejadian keluarga Pak Somkiat, sebenarnya sudah ada cerita berdarah lain di perumahan ini. Pembantu asal Myanmar tewas dibunuh secara sadis di rumah kosong dekat tempat tinggal kami. Teman-temanku sempat mengompori aku buat datang dan masuk ke rumah bekas pembunuhan itu. Di sana aku melihat penampakan yang bikin takut setengah mati. Tapi pas cerita ke Ayah, dia tidak percaya dan malah memarahi aku. Karena kesal, aku memilih tinggal di asrama sekolah dan tidak mau pulang.
Selama aku di asrama, kondisi rumah makin kacau. Ibu sering mengalami kejadian aneh di rumah dan stres berat karena aku tidak ada. Ayah juga makin terdesak karena bos di tempat kerjanya ternyata penipu dan memaksa Ayah kerja serabutan. Cuma adikku yang kecil, Nat, yang kelihatan santai. Tapi belakangan Ibu sadar kalau Nat punya teman imajinasi baru. Nat sering mengajak ngobrol dan main dengan sosok yang ternyata arwah anak Pak Somkiat yang mukanya hancur itu.
Pas libur semester, aku pulang ke rumah. Hari pertama sampai, aku langsung diganggu arwah istri dan ibunya Pak Somkiat. Penampakan mereka jelas sekali dan bikin aku menjerit histeris, kena serangan panik, sampai harus dibawa ke rumah sakit jiwa supaya bisa tenang. Ibu yang sudah tidak tahan lagi langsung membentak Ayah. Ibu bilang dia dan anak-anak mau pergi dari Ladda Land dan balik tinggal sama Nenek di Bangkok.
Malam itu juga, situasi benar-benar kacau. Nat hilang dari kamarnya. Ayah yang sudah stres berat panik mencari Nat ke mana-mana. Dia nekat masuk ke rumah sebelah, rumah bekas Pak Somkiat membantai keluarganya. Di dalam rumah yang gelap itu, Ayah diganggu arwah anak Pak Somkiat. Sambil membawa pistol, Ayah jalan memutar di dalam rumah itu karena ketakutan.
Ibu yang menyusul melihat Ayah sedang menembaki lemari pakaian secara brutal. Ayah pikir di dalam lemari ada hantu yang mengganggunya. Padahal, Nat sedang sembunyi di dalam situ karena lagi bermain petak sembunyi sama arwah anak Pak Somkiat. Peluru Ayah memang tidak kena Nat dan adikku selamat tanpa luka. Tapi pas lihat Nat keluar dari lemari, Ayah langsung berpikir kalau dia baru saja menembak anak sendiri. Karena merasa bersalah dan tekanan jiwa yang sudah berat, Ayah mengarahkan pistol ke kepalanya lalu menembak dirinya sendiri di depan Ibu.
Setelah kejadian malam itu, Ibu langsung mengajak aku dan Nat balik ke Bangkok naik mobil. Di sepanjang jalan, Ibu cerita soal masa mudanya bersama Ayah, tentang bagaimana Ayah selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga walaupun hidupnya banyak mengalami kegagalan.
Asal-Usul dan Fakta
Kisah seram tentang perumahan Ladda Land ini sebenarnya bersumber dari rumor dan legenda urban yang sangat terkenal di Thailand. Warga lokal di Chiang Mai dari dulu percaya kalau memang ada komplek perumahan tua atau kondominium di daerah mereka yang menyimpan banyak cerita mistis dan jadi lokasi berbagai tragedi. Rumor ini menyebar dari mulut ke mulut di internet dan masyarakat sebelum akhirnya diangkat ke media yang lebih luas.
Legenda ini lalu diadaptasi menjadi film layar lebar berjudul Ladda Land yang rilis di Thailand pada 28 April 2011. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Sophon Sakdaphisit, dengan cerita yang menggabungkan masalah keuangan keluarga, tekanan emosi, dan teror dari arwah penasaran.
Dalam catatan resminya, film Ladda Land sukses besar saat tayang di bioskop. Di minggu pertamanya di Thailand, film ini langsung menduduki posisi pertama di tangga box office dan mengalahkan film superhero Amerika, Thor. Selama enam minggu penayangannya di bioskop Thailand, film ini berhasil mengumpulkan pendapatan total sebesar 3,87 juta dolar Amerika.
Ketenaran film ini tidak berhenti di dalam negeri saja. Ladda Land mendapat kesempatan untuk tayang secara internasional di ajang 17th Busan International Film Festival pada 11 Oktober 2011. Penampilannya di festival itu membuat cerita perumahan berhantu dari Chiang Mai ini makin dikenal masyarakat luar Thailand.
Film ini juga memborong piala di ajang penghargaan tertinggi perfilman Thailand, yaitu Thailand National Film Association Awards. Ladda Land membawa pulang enam penghargaan sekaligus. Kategori yang dimenangkan antara lain Film Terbaik, Aktris Terbaik untuk Piyathida Woramusik (pemeran Parn), Aktris Pendukung Terbaik untuk Sutatta Udomsilp (pemeran Nan), Skenario Terbaik yang ditulis Sopana Chaowwiwatkul dan Sophon Sakdaphisit, Penyuntingan Gambar Terbaik, serta Tata Rias Terbaik.
Pengamat film internasional juga memberikan tanggapan beragam. Media Variety menyebut film ini sebagai sajian horor Thailand yang dibuat dengan baik dan cocok untuk penggemar genre horor. Sementara itu, The Hollywood Reporter menilai kesuksesan besar film ini di Thailand dipengaruhi oleh latar ceritanya yang mengakar pada rumor nyata perumahan berhantu di Chiang Mai. Meski begitu, mereka mencatat efek visual komputer dalam film ini terasa agak kasar kalau dibandingkan dengan film horor Thailand lainnya seperti Shutter atau Alone. Media Film Business Asia memberi nilai 6 dari 10 dan menyebut teknis film ini cukup efektif membangun suasana seram.
Kalau dipisahkan antara kenyataan dan mitos, fakta yang pasti adalah pencapaian filmnya, penghargaan yang diraih, serta adanya lokasi nyata di Chiang Mai yang jadi bahan gosip warga. Sementara klaim tentang adanya kekuatan gaib yang sengaja mempengaruhi pikiran orang agar saling membunuh tetap menjadi bagian dari rumor dan legenda urban setempat.
Sampai hari ini, setiap kali ada keluarga yang berniat membeli rumah murah di daerah Chiang Mai, nama Ladda Land selalu dibicarakan lagi. Mereka cuma mau memastikan rumah yang bakal ditempati tidak berdiri di atas tanah yang salah.
Referensi: Wikipedia: Ladda Land
Kamu baru saja membaca tentang Teror Rumah Impian di Perumahan Ladda Land