Kelamnya Niflheim dan Legenda Hel Penguasa Alam Kematian Norse
Kelamnya Niflheim dan Legenda Hel Penguasa Alam Kematian Norse
Perkiraan waktu membaca Menit
Waktu pertama kali baca catatan lama tentang tradisi orang Eropa Utara, ada satu tempat yang langsung bikin saya merinding. Ini bukan tempat hantu yang sering kita dengar di cerita lokal. Tapi sebuah dunia raksasa yang tertutup es abadi, tempat angin dingin terus bertiup di bawah tanah. Namanya Niflheim, dan penguasanya sosok bernama Hel.
Orang-orang dulu di negara seperti Norwegia, Swedia, Denmark, dan Islandia punya kepercayaan unik sebelum agama Kristen masuk. Mitos dewa-dewa ini diceritakan dari mulut ke mulut selama berabad-abad. Banyak ceritanya yang lalu ditulis oleh sarjana kuno bernama Snorri Sturluson di buku Edda dan Heimskringla. Snorri mencatat kalau orang zaman dulu tidak cuma melihat dewa sebagai makhluk gaib, tapi juga punya sifat yang mirip sekali dengan manusia.
Pohon Raksasa dan Sembilan Dunia
Orang Skandinavia kuno percaya seluruh alam semesta terhubung oleh satu pohon raksasa bernama Yggdrasil. Pohon ini jadi pusat dari segala kehidupan. Di dahan dan akarnya, terbagi sembilan dunia yang berbeda.
Paling atas ada Asgard, tempat tinggal kelompok dewa tertinggi yang dipanggil Aesir. Di dekat Asgard, ada Vanaheim tempat dewa-dewi kecil bernama Vanir, dan Alfheim tempat tinggal kaum Elf pengatur kesuburan.
Lalu ada Midgard, dunia tempat tinggal manusia biasa yang bisa mati. Ada juga Jotunheimr yang jadi rumah para raksasa atau Jotun, Svartalfheim tempat Elf kegelapan, dan Niddhavellir tempat para Dwarf atau orang kerdil yang jago menambang dan bikin senjata logam di bawah tanah.
Di bagian paling bawah yang dingin dan gelap, ada Niflheim. Tempat ini rumah bagi para raksasa es dan tempat berkumpulnya roh orang-orang yang sudah meninggal. Selain Niflheim, ada satu dunia ekstrem lagi bernama Muspellheim. Tempat ini penuh api dan dikuasai raksasa bernama Surt yang kulitnya lahar dan rambutnya api.
Sosok Hel dan Saudara-Saudaranya yang Mencekam
Niflheim tidak dipimpin sembarang dewa. Penguasanya itu Hel. Cerita lama mencatat kalau Hel ini anak campuran setengah dewi dan setengah raksasa. Ayahnya Loki, dewa penipu yang suka bikin kacau di Asgard. Ibunya raksasa wanita bernama Angrboda.
Hel bukan anak tunggal. Dia punya dua saudara yang bentuknya menyeramkan dan bikin dewa-dewa Asgard ketakutan. Pertama Fenrir, serigala raksasa yang buas sekali. Fenrir ini berbahaya, sampai dewa-dewa minta tolong kaum Dwarf buat bikin rantai khusus supaya bisa mengikat dia. Pas Fenrir mau diikat, dewa keberanian bernama Tyr harus mengorbankan tangannya buat dimasukkan ke mulut Fenrir sebagai jaminan. Waktu Fenrir sadar dia ditipu dan diikat kencang, dia langsung menggigit putus tangan Tyr.
Saudara Hel yang kedua itu Jormungandr, ular laut raksasa yang ukurannya luar biasa besar. Ular ini dibuang ke laut yang mengelilingi Midgard. Badan ular ini panjang sekali, sampai bisa melilit seluruh bumi dan mulutnya bisa menggigit ekornya sendiri.
Gara-gara anak-anak Loki ini dianggap berbahaya, Hel akhirnya dikirim buat menguasai dunia bawah tanah Niflheim. Di sana, Hel bertugas mengatur roh-roh manusia yang datang setelah mereka meninggal di dunia.
Perselisihan Dewa dan Para Raksasa
Dalam cerita orang Utara, dewa-dewa Aesir yang dipimpin Odin punya hubungan yang rumit dengan kaum Jotun atau para raksasa. Odin sendiri adalah dewa perang, kematian, dan sihir yang selalu membawa tombak bernama Gungnir. Dia ditemani dua burung gagak bernama Hugin dan Munin—yang artinya pikiran dan ingatan—buat mengawasi kondisi dunia.
Walaupun dewa seperti Thor—dewa petir pembawa palu Mjolnir—sering berkelahi melawan raksasa, hubungan dua kelompok ini tidak selalu bermusuhan. Banyak cerita menyebutkan kalau dewa dan raksasa malah saling menikah. Thor sendiri menikah dengan raksasa wanita bernama Jarnsaxa. Bahkan Loki, yang aslinya anak raksasa dari pasangan Farbautia dan Laufey, bisa tinggal di Asgard karena sudah diangkat saudara oleh Odin.
Tapi dasar Loki, dia tetap saja membuat masalah. Kejadian paling parah yang dia buat yaitu pembunuhan Balder, salah satu dewa yang paling disayang. Lewat tipu muslihat yang licik, Loki membuat Balder tewas. Kejadian ini bikin hubungan kelompok dewa dan keturunan raksasa makin pecah.
Ritual Blot dan Altar Batu Horgr
Orang Skandinavia zaman dulu tidak cuma menjadikan cerita Hel dan dewa-dewa ini sebagai dongeng sebelum tidur. Kepercayaan ini benar-benar mereka jalani dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menghormati para dewa dan minta perlindungan dari kekuatan jahat, mereka membuat acara pemujaan bernama Blot. Di ritual ini, warga berkumpul buat memberikan persembahan. Hewan-hewan dikorbankan, dan menurut beberapa catatan lama, sesekali pengorbanan manusia juga pernah dilakukan pada masa tertentu.
Acara persembahan ini biasanya dilakukan di atas tumpukan batu yang disusun khusus, namanya horgr. Altar batu ini jadi tempat sakral buat mengalirkan darah persembahan. Sampai sekarang, ratusan nama tempat di pedesaan Eropa Utara masih pakai nama dewa-dewi kuno itu. Ini jadi bukti kalau tempat-tempat tersebut dulunya dipakai sebagai lokasi pemujaan.
Meskipun agama Kristen akhirnya masuk dan mengubah sebagian besar kepercayaan di Skandinavia, cerita soal penguasa es Niflheim ini tidak pernah benar-benar hilang. Di desa-desa yang jauh dari keramaian kota, kisah tentang Hel, Yggdrasil, dan dewa-dewa Asgard masih terus diceritakan turun-temurun, menjaga ingatan tentang betapa dingin dan menyeramkannya dunia kematian dalam kepercayaan kuno masyarakat Utara.
Referensi: Wikipedia: Mitologi Nordik
Kamu baru saja membaca tentang Kelamnya Niflheim dan Legenda Hel Penguasa Alam Kematian Norse