Cerita Nyi Roro Kidul Benarkah Ratu Pantai Selatan



Perkiraan waktu membaca Menit

Edit
Asal Usul Nyi Roro Kidul - Banyak sekali cerita rakyat dan film-film lokal yang mengisahkan mitos Nyi Roro Kidul ataupun misteri laut pantai selatan yang terkenal angker. Banyak sekali kalangan supranatural ataupun masyarakat umum yang mempercayai misteri Nyi Roro Kidul ini. Bicara masalah ini ternyata ada beberapa rahasia dan mitos asal usul Nyi Roro Kidul Ratu pantai selatan yang terkenal tersebut. Terlepas dari benar atau tidaknya rahasia asal usul Nyi Roro Kidul ini ada beberpa paham yang menarik untuk kita simak. Mari kita mulai bahas satu persatu.

Bagi masyarakat Jawa, ia adalah sosok yang sangat ditakuti sekaligus dihormati hingga sekarang. Meski keberadaannya masih misterius, namun cerita legenda Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan masih terus diperbincangkan. Lantas, siapa sebenarnya sosok dari penjaga wilayah selatan Jawa (Samudera Hindia) ini?

Kisah legenda tentang Ratu Selatan, Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyai Roro Kidul memang sudah tersohor di mana-mana, bahkan wisatawan asing pun tak jarang sengaja datang ke pantai selatan Jawa demi membayar rasa penasarannya kepada sosok Nyi Roro Kidul.

Banyak versi yang menceritakan tentang asal-usul dari penjaga laut selatan ini. Salah satu yang cukup populer diambil dari buku cerita rakyat Yogyakarta.

Sejarah Asal usul Nyi Roro Kidul

Bisa dikatakan banyak sekali penduduk Pulau Jawa, dan bahkan masyarakat Indonesia pada umumnya percaya jika Laut Kidul (Pantai Selatan) dari dulu hingga saat ini dikuasai oleh sesosok mahluk ghaib bergelar Kanjeng Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul. Kepercayaan atau mitos yang berkembang ini telah lama ada di kalangan masyarakat kita. Sosok perempuan yang menjadi pemimpin dari kerajaan ghaib itu pun sudah identik dengan mitologi masyarakat Indonesia. Namun bagi orang yang berpikir, hal ini tentu akan memicu timbulnya sebuah pertanyaan. Ya, sebuah pertanyaan terkait bagaimana sebetulnya asal usul nyi roro kidul ini hingga ia bisa menjadi penguasa dan ratu di jagat ghaib di Selatan Jawa? Apa yang membuat ia begitu tersohor dan masih tetap dikenal hingga kini?

Asal Usul Nyi Roro Kidul menurut islam Asal usul Nyi Roro Kidul Simpang siurnya informasi yang ada serta minimnya bukti sejarah yang tersedia membuat informasi seputar asal usul nyi roro kidul hingga kini hanya menjadi mitos yang tak diketahui seberasapa besar nilai kebenarannya. Banyak pendapat di masyarakat terkait siapa sebetulnya Nyi Roro Kidul itu hingga akhirnya ia bisa menjadi penguasa gaib di Laut Selatan Jawa. Namun, perlu diketahui bahwa kendati demikian kami telah merangkum 3 pendapat yang kami rasa paling banyak dipercayai sebagai asal usul nyi Roro Kidul yang sebenarnya.

1. Asal Usul Nyi Roro Kidul adalah Anak Ratu Bilqis 
Asal Usul Nyi Roro Kidul bahasa Jawa Ya, pendapat pertama menyebut jika Ratu Kidul sebetulnya adalah anak dari ratu Bilqis, anak dari ratu yang takluk pada Raja Sulaiman. Diriwayatkan bahwa setelah ratu bilqis menikah dengan seorang jin pria, ia kemudian dikaruniai oleh seorang putri. Putri ini tak memiliki raga karena dia bukanlah manusia. Dia adalah jin, sama seperti bapaknya. Nah, karena malu memiliki anak seorang jin, ratu bilqis kemudian membuang anak yang olehnya diberi nama Aurora ini ke sebuah pulau yang jauh dari kerajaannya.

Pulau ini di kemudian hari bernama Al-Jawi atau Pulau Jawa. Putri Aurora tumbuh dan besar bersama dengan jin-jin lain yang ada di pulau itu. Darah biru yang mengalir di tubuh putri ini kemudian membuatnya menjadi seorang pemimpin bagi kerajaan jin komunitas itu.
Seiring berjalannya waktu, karena terjadinya migrasi besar-besaran orang-orang Yunan (China) ke Indonesia dan menempati pulau Jawa , putri aurora dan para pengikutnya kemudian terusik. Mereka pindah mengalah karena tak mau terlalu dekat dengan hiruk pikuk dan keramaian manusia. Mereka pindah ke sebelah sebelah selatan Jawa. Tepat di pesisir pantai laut Selatan. Beratus-ratus tahun putri Aurora dan pengikutnya membangun kerajaan, akhirnya ia pun kemudian mencapai masa kejayaan. Banyak sekali kerajaan-kerajaan jin kecil di sekitaran jawa yang takluk dan mengaku bergabung dengan kerajaan laut kidul. Lambat laun, ketenaran kerajaan yang dipimpin putri aurora kemudian berkembang dan menyebar ke seluruh penjuru negeri.

Masyarakat jawa kala itu yang tak terlalu fasih menyebut kata Aurora kemudian mengubah nama sang putri menjadi Roro. Putri Roro dipanggil Nyi Roro. Nah, karena ia menjadi penguasa jin di pantai selatan, maka nama Nyi Roro kemudian diberi tambahan kidul (Kidul = Selatan), maka nama lengkapnya menjadi Nyi Roro Kidul.

2. Asal Usul Nyi Roro Kidul adalah Dewi Nawangwulan. 
Pendapat kedua menyebut jika asal usul nyi roro kidul adalah Dewi Nawang Wulan. Dewi yang merupakan istri dari Jaka Tarub. Jika Anda pernah mendengar kisah Jaka Tarub, tentu Anda sudah sedikit banyak tahu tentang nama Dewi Nawang Wulan. Ya, dewi yang selendangnya dicuri dan tak bisa kembali ke kerajaan langit ini dipercaya sebagai asal usul nyi roro kidul. Ia dikutuk oleh kerajaan langit karena sudah berani-beraninya menikah dengan manusia (Jaka Tarub) dimana hal ini sangat haram hukumnya. Ia dikutuk menjadi sebangsa jin dan diperintahkan untuk menjaga pulau jawa agar tidak tenggelam karena keganasan Samudera Hindia. Dalam mitologi Jawa, asal-usul nyi roro kidul dari versi yang satu ini tidak begitu banyak memiliki bukti dan terkesan dihubung-hubungkan. Orang-orang Jawa umumnya akan lebih percaya pada pendapat asal usul nyi roro kidul yang pertama.

3. Asal Usul Nyi Roro Kidul adalah Raja Jin (Menurut Agama Islam) 
Asal Usul Nyi Roro Kidul Asli Jin Menurut Islam Menurut Agama Islam, asal usul nyi roro kidul bukanlah hal spesial yang perlu diperbincangkan. Berdasarkan keterangan Al-Qur’an dan Al-Hadist, fenomena nyi roro kidul adalah hal yang lumrah terjadi di dunia jin. Nyi Roro Kidul sendiri dianggap sebagai penjelmaan dari pimpinan kerajaan jin di pesisir laut Selatan Jawa, sebagaimana dijelaskan dalam hadist berikut ini: Dari hadist tersebut, kita dapat mernarik kesimpulan bahwa asal usul nyi roro kidul dan berbagai kepercayaan lain seputar hal ini janganlah terlalu diambil pusing. Jangan kita terjebak oleh berbagai bentuk perangkap yang sengaja dibuat Syetan untuk mengelabuhi manusia. Cukup berserah diri pada Alloh SWT untuk mencapai keselamatan dunia akhirat.


Nyi Roro Kidul Ratu Pantai Selatan

Cerita legenda Nyi Roro Kidul berawal dari seorang putri berparas cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya yang memesona, ia juga dijuluki Dewi Srengenge (matahari yang indah). Ayah Kadita merupakan seorang raja bernama Munding Wangi.

Memiliki anak berparas cantik seperti Kadita, nyatanya tak membuat Munding Wangi bahagia. Pasalnya, ia tak ingin mempunyai anak wanita. Sampai akhirnya, Munding Wangi menikah lagi dengan Dewi Mutiara. Hasilnya, ia dikaruniai seorang putra dan langsung membuat Munding Wangi bahagia tak kepalang. Meskipun begitu, rasa sayang Munding Wangi kepada Kadita tetap tidak akan luntur.

Di sisi lain, Dewi Mutiara berharap jika putranya bisa menjadi raja, dan mengupayakan apapun demi mewujudkan keiinginannya tersebut. Bahkan ia pernah mengusir Kadita ke luar kerajaan yang membuat raja Munding Wangi murka.

Tentunya, raja Munding Wangi tak akan membiarkan siapapun menyakiti putri cantiknya. Namun Dewi Mutiara tak hilang akal dan terus mencoba mengusir Kadita.

Esoknya, Dewi Mutiara mengutus seorang dukun untuk mengutuk Kadita menjadi penuh kudis. Waktu Kadita terjaga, dia menyadari seluruh tubuhnya sudah berbau busuk yang membuat dirinya menangis histeris.

Mendengar kabar tersebut, raja sangat terpukul dan sedih. Ia memanggil tabib dan orang pintar untuk menyembuhkan penyakit Kadita. Sayangnya cara tersebut tak berhasil.  Raja yang menyadari jika penyakit putrinya itu tak wajar,  akhirnya mengutus putrinya untuk keluar dari kerajaan dan menghindari gunjingan di semua negara.

Dalam perjalananya selama tujuh hari tujuh malam, Kadita tiba di Samudera Selatan. Ia memandang lautan yang sangat jernih dan bersih.

Selepas itu, Kadita mencoba melompat dan berenang ke tengah lautan. Ajaibnya, saat tubuhnya terkena air samudera,  kudisnya sedikit demi sedikit hilang dan dirinya menjadi cantik kembali bahkan lebih cantik dari sebelumnya.

Bahkan Kadita sekarang mempunyai kekuasaan terhadap Samudera Selatan. Ia pun dijuluki sebagai Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan yang hidup abadi.

Sebagai Ratu Pantai Selatan, keberadaan Nyi Roro Kidul masih sangat dihormati oleh masyarakat setempat. Bahkan ada beberapa tempat yang konon menjadi penghubung dunia nyata dengan Nyi Rorol Kidul.
Ada juga mitos tentang pelarangan memakai pakaian berwarna hijau ketika berada di Pantai Selatan. Apakah itu benar?

Tempat yang Jadi Penghubung ke Dunia Nyi Roro Kidul
Konon terdapat beberapa lokasi yang dipercaya sebagai penghubung antara dunia nyata dengan dunia Nyi Roro Kidul. Salah satu tempat yang paling terkenal adalah Hotel Inna Samudera, Jawa Barat. Ini merupakan hotel berbintang yang terletak tepat di kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Hotel ini sebenarnya hampir sama dengan hotel pada umumnya di mana terdapat fasilitas yang lengkap, mulai dari servis yang baik, kolam renang, taman bermain,

Satu hal yang membuat Hotel Inna spesial adalah tentang keberadaan kamar khusus untuk Nyi Roro Kidul. Kamar yang bernomor 308 itu mitosnya dipercaya sebagai  tempat istirahat Nyai Roro Kidul.

Meskipun cukup angker dengan pernak-pernik sesajen dan bau dupa, namun kamar ini tak pernah sepi peminat dari pelancong yang penasaran. Cukup membayar sekitar Rp 35.000 untuk melihat dari dekat kamar ini, tanpa harus menginap.

Selain Hotel Inna, beberapa tempat yang konon jadi penghubung ke dunia Nyi Roro Kidul adalah Pantai Pelabuhan Ratu, Pantai Parangtritis, Pantai Sembukan, Kraton Surakarta Hadiningrat, dan Vihara Kalyana Mitta.

Mitos Dilarang Memakai Baju Hijau
Ada mitos lain, jika ada orang yang memakai busana hijau di Pantai Selatan akan cepat meninggal karena tergulung ombak. Bahkan ada yang meyakini jika rohnya bakal dijadikan prajurit baru bagi Nyi Roro Kidul. Lantas apa yang melatarbelakangi pelarangan pakaian berwarna hijau di Pantai Selatan Jawa ini?

Kisahnya berasal ketika Panembahan Senopati bernama Raden Danang Sutawijaya yang menjadi pendiri kerajaan Mataram sedang mencari kekuatan gaib untuk bisa mengalahkan Kerajaan Pajang. Pertapaan itu ia lakukan di Pantai Selatan. Lalu secara tak sengaja Raden Danang bertemu dengan Nyi Roro Kidul.

Keduanya melakukan perjanjian gaib. Konon Nyi Roro Kidul meminta Raden untuk menikahinya agar kekuatannya abadi. Sejak saat itu, Nyi Roro Kidul selalu menggunakan busana hijau ketika bertemu. Raden Danang pun memerintahkan rakyatnya untuk tidak menggunakan baju hijau di sepanjang Pantai Selatan. Peraturan tersebut masih sangat dipercaya hingga sekarang.


Cerita Nyi Roro Kidul Dalam versi Cerita Rakyat versi Panjang

Pada zaman dahulu ada kerajaan besar di Pulau Jawa. Rakyatnya hidup makmur dan sejahtera. Kerajaan itu dipimpin dengan tantangan oleh Prabu Mundangwangi. Ia memiliki permaisuri bernama Dewi Rembulan dan dikaruniai seorang putri yaitu Dewi Kadita yang sangat cantik. Pada zaman itu seorang raja Biasanya memiliki istri lain yang disebut selir. Demikian pula Prabu Mundangwangi, Ia memiliki selir yang bernama Dewi Mutiara. Ternyata Dewi Mutiara memiliki sifat buruk karena Ia selalu iri terhadap Dewi Rembulan.

Pada suatu hari Pandita Agung menghadap Prabu Mundangwangi. Ia menyampaikan bahwa tidak lama lagi Prabu Mundangwangi akan menerima putra dari selirnya, yaitu Dewi Mutiara. Prabu Mundangwangi sangat bahagia karena Ia sudah lama menunggu lahirnya anak dilahirkannya.

"Meskipun puteraku lahir dari rahim seorang selir, tetapi dengan wewenangku Ia akan kuangkat menjadi putera mahkota," kata Prabu Mundangwangi kepada Pandita Agung. Dewi Mutiara yang diam-diam mendengarkan ucapan itu menyambut dengan sangat gembira.

Ternyata ucapan Pandita Agung benar, karena tidak lama kemudian Dewi Mutiara hamil.

Setelah tiba tiba Ia pun menerima bayi laki-laki. Prabu Mundangwangi sangat gembira menyambut kelahiran puteranya. Ia pun semakin menyayangi Dewi Mutiara, tetapi juga tetap menerima Dewi Rembulan dan Dewi Kadita. Ternyata hal itu membuat Dewi Mutiara merasa iri, Ia ingin dicintai oleh Prabu Mundangwangi seutuhnya.

"Aku harus segera melupakan Dewi Rembulan dan Dewi Kadita sehingga akulah yang akan menjadi permaisuri raja," gumam Dewi Mutiara.

Dewi Mutiara mempersiapkan niat jahatnya dengan matang. Pada suatu malam Ia pergi ke hutan bertemu Nenek Jahil dengan ditemani oleh pengawal setianya. Nenek Jahil mengubah sangat buruk, tangguh tapi tampak sehat dan sangat gesit. Ia juga sangat sakti dan menguasai semua ilmu sihir. Dewi Mutiara menyampaikan niat buruknya untuk mencelakai Dewi Rembulan dan Dewi Kadita.

"Meminta, nanti malam aku akan ke istana dan aku langsung ke peraduan Dewi Rembulan dan Dewi Kadita. Jangan khawatir, keiginanmu akan segera terwujud," kata Nenek Jahil meyakinkan. Mendengar kesanggupan Nenek Jahil maka Dewi Mutiara Iangsung memberi sekantong emas sebagai upah jasanya.

Pada malam yang ditentukan, Nenek Jahil menggantikan lstana Prabu Mundangwangi. Karena kekuatan sihirnya maka tak seorang pun mengerti kedatangan Nenek Jahil yang leluasa masuk ke peraduan Dewi Rembulan dan Dewi Kadita. Nenek Jahil kemudian mulai membaca mantera penenung untuk dipanggil setan agar membantu rencana jahatnya. Setelah selesai Ia membungkuk dan menyelesaikan wajah Dewi Rembulan dan Dewi Kadita yang sedang tidur lelap.

"Wuuusshh ...," hembusan angin keluar dari mulut Nenek Jahil. Setelah itu Ia meninggalkan istana dengan tenangnya.

"Hah ...., apa yang terjadi?" Teriak Dewi Rembulan dan Dewi Kadita kompilasi bangun tidur. Seketika kita selesai borok dan kudis yang mengeluarkan bau busuk.

"Oh ..., apa dosa kami sehingga tubuh kami menjadi begini menjijikkan?" ratap mereka tiada henti. Seketika seluruh penghuni istana menjadi gempar. Prabu Mundangwangi merasa sedih, bingung, dan kesal menjadi satu. Pandita Agung dan para tabib didatangkan untuk menyembuhkan penyakit yang menimpa permaisuri dan dibunuh. Sayang sekali tak seorang pun berhasil menyembuhkan mereka.

Karena khawatir penyakit yang menakutkan itu menular maka Prabu Mundangwangi segera menerima pengawalnya untuk mengasingkan mereka ke hutan.

"Aku tidak mau istana ini dikotori penyakit yang menular dan menjijikkan itu! Mereka harus menghabiskan jauh-jauh dari istana!" perintah Prabu Mundangwangi untuk para pengawalnya.

Akhirnya pada suatu pagi Dewi Rembulan dan Dewi Kadita memasukkan ke dalam dua tandu besar dan menutup kain dengan rapat, kemudian dibawanya menuju hutan belantara. Setibanya di hutan kedua tandu itu dibuka dan para pengawalnya aku langsung lari meninggalkannya.

Dewi Rembulan dan Dewi Kadita baru menyelesaikannya lalu dibawa pergi ke hutan. Dewi Kadita menangis karena tak tahan tahan kesedihannya.

"Anakku, janganlah menangis. Kita harus berpasrah diri dengan Sang Dewata. Lni mungkin harus mencoba yang harus kita terima," kata Dewi Rembulan sambil menunggu putranya.

Dewi Kadita berusaha melepaskan kesedihannya dengan berjalan menyusuri hutan. Tak lama di hutan itu Dewi Rembulan kemudian sakit dan semakin Iemah. Akhirnya Ia menghembuskan nafas terakhir di pangkuan Dewi Kadita.

Dewi Kadita sangat sedih ditolak. Tubuhnya semakin tinggi dan penyakitnya semakin parah. Ia berjalan menyusuri hutan menuju arah selatan.

"Lautan!" teriaknya gembira. Ternyata Ia berada di Pantai Selatan. Tiba-tiba Ia melihat seorang pemuda yang gagah perkasa sedang berdiri tak jauh darinya.

"Aku akan menolongmu, dan penderitaanmu akan segera berakhir," kata pemuda itu. Dewi Kadita sangat gembira mendengarkan ucapannya. Ia menerima menuruti permintaan pemuda itu demi kesembuhan penyakitnya. Tiba-tiba pemuda itu terjun ke laut dan Dewi Kadita Iangsung mengikutinya terjun ke laut juga. Sungguh ajaib, seketika penyakit borok dan kudisnya Iangsung hilang.

Dewi Kadita sangat senang mengetahui ia telah pulih dari penyakitnya dan ingin meminta terima kasih kepada pemuda itu. Anehnya pemuda itu hilang lenyap entah ke mana. Dewi Kadita tersadar bahwa ia sudah sekian lama ada di dalam laut tetapi tidak tenggelam. Kemudian dia melihat kedua berhasil, dan sangat mengejutkan melihat apa yang terjadi terhadap dirinya.

"Hah ....?!" teriaknya melihat kedua harus ditutup Dewi Kadita akhirnya berhasil pasrah akan bernasib sial. Ia kemudian hidup di Laut Selatan dan sekali-kali menampakkan diri. Konon, penduduk sekitar Pantai Selatan terkadang melihat putri cantik berambut panjang yang bagian pinggang sampai ke ujung lemak hitam. Orang-orang yang membantunya, Nyai Roro Kidul sebagai penguasa Pantai Selatan.

Kamu baru saja membaca tentang Cerita Nyi Roro Kidul Benarkah Ratu Pantai Selatan

Baca Juga Cerita Lainnya

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. Learn more