Sekarang Kamu Tahu Part 13 : Sebuah Kisah Nyata dari Mantan Indigo



Perkiraan waktu membaca Menit

Edit
Mohon maaf sebelumnya, untuk episode kali ini lama banget nunggu updatenya, karna kemaren lagi sibuk banget kuliah hingga ngak sempat nulis. buat yang penasaran dengan kelanjutan kisah nyata yang pernah saya lalui ini, pantengin terus ya ceritanya.


Sekarang Kamu Tahu Part 13 
Terbangun dari tidur merupakan hal yang paling menakutkan bagi saya, karna apa? Karna saya tidak pernah tau kejadian apa yang telah saya lalui, hal apa yang sudah terjadi sebelumnya. Seperti ini, saya terbangun dengan kondisi tubuh yang lebam-lebam dan beberapa luka goresan di tangan saya. Saya seakan lupa siapa diri saya, saya tidak peduli lagi dengan sakit yang saya rasakan karna saat itu hati saya hanya dipenuhi dengan kemarahan, pikiran saya dikuasai oleh dendam kepada siapa saja yang menyakiti saya. Tetapi saya hanya bisa diam, tidak ada yang bias saya lakukan, saya terlalu lemah untuk diri saya sendiri, menguasai diri sendiri saja saya tidak saggup.

“kamu minum dulu ya” kakak saya menyodorkan segelas air putih, tetapi saya menolaknya. “sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu seperti tadi?” “entahlah, saya tidak tau dan saya tidak mau membahas ini lagi, saya mau istirahat, kakak bisa keluar sekarang”. Keluarga saya sangat heran dengan kelakuan saya saat itu. Sikap saya berubah menjadi sangat tertutup, tidak ada suatu kejadian pun yang saya ceritakan kepada mereka, bahkan untuk membahas apa yang terjadi dengan saya disekolah saya tidak mau. Saya memang sudah berubah, saya tidak lagi seperti dulu yang selalu ceria dan suka bercerita dengan keluarga, sekarang saya menjadi aneh, pendiam, suram dan selalu menyendiri. Dan inilah hidup saya yang baru.

Tidak ada satupun notif pesan dari teman-teman dikelas saya, hanya sekedar untuk menanyakan kondisi saya pun tidak ada, ah.. apa yang sedang saya pikirkan, untuk apa saya berharap seperti itu.

“kamu mau kesekolah? Emangnya kamu udah baikan? “saya udah ngak apa-apa kok bu”. “kalau tetap mau sekolah, kamu diantar aja ya sama kakak kamu” “ngak usah bu, saya sendiri aja, saya berangkat dulu” “kamu ngak sarapan dulu? Tadi malam kamu juga ngak mau makan” “saya ngak lapar bu” saya langsung bergegas meninggalkan rumah, dan Nampak wajah ibu saya dipenuhi kekhawatiran dengan kondisi saya.

Setibanya disekolah, ternyata saya terlambat beberapa menit, saya mengetuk pintu dan meminta izin masuk kepada guru yang sedang mengajar, dan saya masih ingat waktu itu adalah jam pelajaran kimia dengan walikelas saya. “maaf buk, saya terlambat” “kamu itu niat sekolah atau ngak sih? Tiap hari kamu telat terus” “maaf buk, tadi saya bangun kesiangan saya kurang enak badan buk” “yaudah duduk sana, besok jangan telat lagi” saya langsung menuju tempat duduk saya di bangku paling belakang. “haii.. kamu kenapa?” “saya baik-baik saja, Anjani. Tolong jangan ganggu saya dulu” “baiklah.. dan berhati-hatilah”

15 menit sebelum jam pelajaran berakhir, wali kelas saya ingin menata tempat duduk kami, ya maklumlah anak kelas 1 SMA tempat duduknya masih guru yang mengatur. Statu per satu teman saya sudah diatur tempat duduknya, hanya tinggal saya sendiri yang masih duduk diposisi lama, meskipun sebelumnya beberapa teman saya sudah ditawarkan untuk sebangku dengan saya tetapi mereka menolak. “Resi kamu duduk sendiri aja ya di belakang” “iya buk”

Kemudian semua siswa keluar karna sudah masuk jam istirahat, hanya saya sendiri dikelas. “tidaak ada yang mau menjadi temanmu ya?” “Anjani.. sejak kapan kamu disini?” “dari tadi, saya melihat semuanya, kamu tidak usah sedih” “ngak kok, saya ngak sedih, kan kamu teman saya” tanpa saya sadari air mata meleleh dipipi saya, sebenarnya hati saya kecewa, apa salah saya hingga saya dikucilkan begini.

“res.. kok masih di kelas? Kamu ngak makan? Riko, buat apa dia kesini “ngak bang, saya sudah sarapan tadi pagi” “lalu kenapa kamu sedih begini?” “ngak bang, bias aja” “kamu jangan bohong, abang tau kamu banyak masalah, kalua kamu mau cerita abang siap dengar cerita kamu’, “ngak ada apa-apa kok bang, lagian ngak enak dilihat sama yang lain kita berdua di kelas beginii, abang keluar aja ya”. Dan benar saja, tidak lama setelah itu saya melihat teman-teman saya menuju kearah kelas. Keadan terus bertambah parah.

Lanjut di Part 14

Index Cerita



Kamu baru saja membaca tentang Sekarang Kamu Tahu Part 13 : Sebuah Kisah Nyata dari Mantan Indigo

Baca Juga Cerita Lainnya

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. Learn more