-->

Sekarang Kamu Tahu Part 9 : Sebuah Kisah Nyata dari Mantan Indigo



Perkiraan waktu membaca Menit

Edit
Sekarang Kamu Tahu Part 9 : Saya Harus Terbiasa Dengan Semua ini
“Saya harus segera pergi dari sini, tempat ini benar-benar tidak beres kalau terlalu lama hal buruk bisa terjadi”. segera saya menerobos di antara iblis-iblis yang mengerikan itu, mereka terlalu banyak tidak mungkin saya mampu melawan mereka lagi pula apa yang bisa saya lakukan untuk melawan mereka. “sekarang kau bisa lari, tapi ingat kau akan kembali lagi kesini karna tempat ini akan menjadi tempat tinggal mu juga” sambil tertawa keras nenek tua tersebut berteriak seperti itu. saya terus berlari dan tidak mempedulikan apapun, entah apa yang telah saya lewati saat saya berlari, tapi yang jelas saya merasa terus di awasi dari jarak yang jauh, sampai pada akhirnya saya terjatuh karna akar pohon yang besar membentang di jalan setapak yang saya tempuh, pinggang saya sangat sakit saat berdiri dan saat saya berdiri tiba-tiba saja saya menemukan sesuatu.. sebuah buku, buku tua yang sudah sangat usang sekali, saya melihat kulitnya saja ternyata kulit buku itu terbuat dari kulit hewan, saya tidak melihat isi buku itu disana tapi naluri saya mengatakan ada sesuatu yang dapat saya gali dari buku itu sesuatu yang dapat sedikit menjelaskan dari pertanyaan-pertanyaan yang selama ini ada di benak saya, pertanyaan tentang kutukan aneh ini. saya genggam buku itu dan saya mulai berjalan pelan-pelan karna pinnggang saya sangat sakit sekali, sampai pada akhirnya saya tiba di persimpangan, saya tepat berdiri di antara persimpangan itu, “saya harus kemana? kenapa jalannya bisa ada dua?” saat saya berpikir harus memilih jalan yang mana tiba-tiba saja kesunyian tempat tersebut berubah, saya mendengar suara teriakan anak-anak, dan perempuan. suara tangisan yang tersedu-sedu, teriakan mintak tolong yang semakin lama semakin mengerikan. tiba-tiba saja seorang kakek tua yang pernah saya temui waktu itu datang menghampiri saya, “ikuti saya” dan saya mengkitinya baru beberapa langkah saya berjalan tiba-tiba saja saya sudah berada kembali di kamar saya, saya menangis dan merasa lega bisa keluar dari tempat itu, saya tidak mau lagi kembali kesana, semua yang ada disana sangat mengerikan.

“Buku itu” saya langsung membuka buku itu, buku yang sangat kusam bewarna kecoklatan bahkan tinta yang digunakan untuk menulis dibuku itu sepertinya bukan tinta biasa, dan mohon maaf sekali saya tidak bisa menuliskan isi buku tersebut disini karna buku tersebut mengandung unsur spiritual yang sangat tinggi dan beberapa isi dari buku tersebut dapat mendatangkan sosok makhluk gaib dan buku ini bisa saja di salah gunakan jika jatuh di tangan yang salah, tetapi saya akan mengulas sedikit tentang buku tersebut secara umum. halaman demi halam buku itu saya buka, banyak sekali maksud tersembunyi yang diceritakan oleh buku itu, sehingga sangat sulit untuk menebak teka teki yang ada dibuku tersebut, kesimpulan yang saya peroleh dari buku itu “makhluk gaib itu penuh dengan teka-teki, terkadang ia muncul dengan wajah yang megerikan dan terkadang ia muncul dengan sosok seperi manusia, tidak ada yang tau maksud dari makhluk gaib itu kadang ia muncul menawarkan bantuan tetapi memberi racun dibalik bantuan itu, mereka bagaikan pedang yang terlepas dari sarungnya sewaktu-waktu dapat menyerang, memang alam kita berbeda dengan mereka tetapi sebenarnya kita berdampingan dengan mereka, berhati-hatilah dengan alam, karna saat alam telah murka disitulah kehancuran akan dimulai. suara yang terdengar begitu jauh, sebenarnya ia begitu dekat bahkan dapat mendengar setiap hembusan nafas kita” kalau menurut saya inti dari buku tersebut adalah hal tersebut tetapi masih banyak lagi makna-makna lain yang bisa di gali dari buku itu. saya segera menyimpan buku itu agar tidak ada yang melihat nya setelah itu saya baru tidur kembali karna badan saya terasa sangat sakit sekali. paginya saat saya bangun ternyata sudah jam 7, saya bergegas untuk mandi dan bersiap-siap untuk kesekolah. seperti kemaren sosok perempuan yang duduk dibawah pohon manga itu kembali ada, saya mencoba tidak mempedulikannya karna sudah telat, setibanya dikelas saya dimarahi oleh guru saya waktu itu yang kebetulan dia adalah wali kelas saya, saya hanya diam dan segera duduk di bangku belakang, tiba-tiba saja sosok perempuan itu muncul di depan saya dengan mata melotot dan sangat besar, hingga saya berteriak karna kaget, teman-teman saya langsung melihat saya kemudian saya bilang kalau saya kaget di laci saya ada cicak. tetapi guru saya langsung mengusir saya keluar dengan alasan sudah terlambat dan membuat keributan, saya diam dan berjalan keluar. “saya harus terbiasa dengan semua ini kalau tidak saya akan seperti orang gila dimata mereka”

Berlanjut di part 10
Index Cerita

Kamu baru saja membaca tentang Sekarang Kamu Tahu Part 9 : Sebuah Kisah Nyata dari Mantan Indigo

Baca Juga Cerita Lainnya

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. Learn more