Sekarang Kamu Tahu Part 7 : Sebuah Kisah Nyata dari Mantan Indigo



Perkiraan waktu membaca Menit

Edit
Sekarang Kamu Tahu Part 7 : Saya hanya ingin hidup normal kembali
Tidak.. saya tidak mau gila, sadar, ayolah ini semua tidak nyata, dengan keras saya berusaha meyakinkan diri kalau semua yang terjadi ini tidak nyata. “Heii… kamu ngapain disitu sendiri”, tiba-tiba saja salah satu teman saya mengejutkan saya, dengan panik saya menjawab “tadi kaki saya keseleo makanya saya duduk disini sebentar”. untung saja salah satu teman saya datang sehingga sosok itu tiba-tiba lenyap. “yaudah sini saya bantu jalan ke parkiran, nanti kamu pulangnya telat” dan saya mengiyakan nya karna tidak mau dia curiga.

Diperjalanan menuju ke rumah, pikiran saya benar-benar kacau kenapa situasinya bisa seperti sekarang, saya harus mencari solusi dari ini semua saya tidak mau seperti ini saya ingin normal seperti dulu. Sesampai di rumah ibu saya hanya menyakan kenapa pulang telat, dan seperti biasa saya selalu bilang kalau mengerjakan tugas, kemudian saya bergegas ke kamar karna paha saya sangat sakit, ternyata lukanya belum kering juga dan mulai membiru karna tidak di beri obat apapun, kemudian saya membersihkan luka tersebut, air mata saya kembali mengalir kenapa saya bisa melakukan hal bodoh ini dan kenapa saya sulit mengendalikan diri sendiri saat itu. 

Dari pulang sekolah sampai malam saya hanya mengurung diri di kamar, saya keluar kamar hanya untuk mandi dan makan, hal tersebut semakin membuat ibu khawatir sampai akhirnya ibu mengetuk pintu kamar saya, “kamu kenapa melamun terus, jangan banyak melamun, ayo keluar biar kamu bisa ngobrol sama yang lain biar ngak melamun terus”, “malas” saya menjawabnya singkat, “ngak baik terlalu dipikirkan apa yang suah terjadi, kita harus ikhlas”, “iya, sebenarnya kemaren apa yang terjadi sama saya bu? kenapa kemaren itu badan saya lebam-lebam?” karna penasaran dan ingin tau kronologi kenapa saya jadi seperti sekarang saya pun menanyakan hal tersebut kepada ibu. “kemaren itu kamu kesurupan, makanya kamu ngak boleh banyak melamun”. “apa?? KESURUPAN?” kata-kata itu terus terngiang di telinga saya “tidak mungkin, tidaak mungkin”, “benar, saat ayahmu meninggal kamu juga kesurupan makanya kamu tidak melihat pemakamannya, dan kami semua panik kenapa kamu bisa kesurupan sampai selama itu, kami semua khawatir sama kamu waku itu” air mata mengalir deras di pipi saya, saya tidak percaya dengan semua ini, ini semua gila, tidak mungkin.. tidak mungkin… pikiran dan hati saya terus berontak. “dan setelah kamu sadar, tidak lama setelah itu kamu juga kerasukan kembali (kalian ingat? saat saya melihat sosok perempuan mengerikan tanpa mata dan hidung mulutnya lebar bersimbah darah, lihat part 2 sebelumnya), makanya saat kamu bangun badan kamu lebam-lebam karna kamu tidak terkendali dan sulit untuk depegang biar tidak ngamuk dan brontak”. saya semakin takut, takut dengan diri saya sendiri, takut jika saya harus hidup dengan kondisi seperti ini selamanya, saya tidak mau saya ingin hidup normal seperti manusia biasa, saya tidak mau berhubungan dengan mereka yag mengerikan, menakutkan, saya tidak mau..benar benar tidak mau.

Ibu saya berusaha menenangkan saya karna saat itu saya menangis sejadinya, setelah merasa agak tenang saya membaringkan badan di tempat tidur karna merasa sangat lelah, tidak lama setelah itu saya ketiduran, tetapi tidak semudah itu bagi saya untuk dapat beristirahat, jam 2 tengah malam saya terbangun karna ada dua sosok yang mengganggu tidur saya, sosok dua orang anak kecil yang bermain di kamar saya, kemudian saat saya terbangun mereka memandang saya dengan lekat, sontak saja hal tersebut membuat saya sangat terkejut “apa yang kalian lakukan disini, pergiii!!! jangan ganggu saya, saya tidak mau berurusan dengan kalian” kemudian kedua sosok tersebut mengacungkan tangannya, tangan yang putih pucat, wajah yang sangat pucat, mata yang kosong dan meneteskan darah, dan mereka mengerikan. “kakak, tolong bantu kami, tolong hentikan semua ini, hanya kakak yang bisa membantu kami”, “tidak saya tidak mau, pergi kalian dari sini jangan ganggu saya, saya mohon” kemudian kedua sosok tersebut menarik saya dengan paksa, tiba-tiba saja di kamar saya seperti ada sebuah terowongan yang sangat gelap, mereka menarik tangan saya dengan paksa kesana, dan tiba-tiba saja saya berada di tempat yang berbeda, tempat yang sangat asing, tempat yang penuh dengan kegelapan dan menyimpan kisah kelam terlihat dari suasana tempat tersebut, rumah-rumah tua yang telah diselimuti oleh tanaman dan rumput liar, sungai yang kering dan hanya itu yang saya ingat karna tempat itu benar-benar mengerikan, saya tidak mau mengingat terlalu banyak tentang tempat itu dan sekarang ini saat saya menulis artikel ini dan mencoba mengingat tempat tersebut tubuh saya terus bergetar dan keringat dingin terus mengalir dari tadi, saya tidak mau kembali ke tempat terkutuk itu.

Lanjut next part...
Index Cerita

Kamu baru saja membaca tentang Sekarang Kamu Tahu Part 7 : Sebuah Kisah Nyata dari Mantan Indigo

Baca Juga Cerita Lainnya

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. Learn more