Sekarang Kamu Tahu Part 10 : Sebuah Kisah Nyata dari Mantan Indigo



Perkiraan waktu membaca Menit

Edit
Sekarang Kamu Tahu Part 10 : Buku Tua yang Penuh Misteri dan Teka Teki
“kamu jangan mengganggu saya seperti itu lagi, sekarang kamu lihat kan saya di usir dari kelas”, “saya tidak bermaksud mengganggumu  tapi hanya ingin menyapa saja”, “tidak usah peduli dengan saya, karna saya tidak perlu disapa oleh makhluk gaib” kemudian saya pergi meninggalkan sosok perempuan tersebut, oh ya saya lupa memperkenalkan dia kepada kalian, nama sosok perempuan itu Anjani.

saya berjalan menuju salah satu gedung sekolah yang digunakan sebagai gedung olah raga, saya duduk di emperan belakang gedung tersebut, tiba-tiba saja saya dkejutkan dengan hal yang tidak biasa, ada dua orang laki-laki menyeret seorang wanita yang kepalanya berlumuran darah, mereka mengenakan pakaian aneh, wanita dengan kebaya merah dan laki-laki itu mengenakan pakaian yang sangat aneh hingga saya sulit mendeskripsikannya. wanita itu berteriak mintak tolong, sontak saja saya ingin berlari meminta pertolongan, “tunggu ini semua pasti tidak nyata, mereka bukan manusia” saya langsung mengurungkan niat untuk lari memintak pertolongan, saya terus menyaksikan apa yang mereka perbuat, disana saya melihat kedua pria itu dengan kejam memenggal kepala wanita itu, darah bertebaran di tempat itu, bau amis darah semakin kental menyelimuti, dan tiba-tiba saja suasana berubah sunyi kemudian saya mulai mendengar suara rabab gendang(khas sumatera barat), irama dari suara itu membuat telinga saya sangat sakit, kepala saya sangat pusing, kemudian darah segar mengalir dari hidung saya, “sial, pasti mereka sengaja memancing saya”, saya berusaha lari dari tempat itu, tetapi karna luka di paha saya belum sembuh saya tidak bisa berlari kencang. saat saya mencoba pergi dari tempat itu kepala wanita itu mengguling ke kaki saya.

kepala itu hidup, matanya melotot besar, mulutya terbuka lebar dan sangat mengerikan, saya berteriak dan langsung pergi dari tempat itu, “nak, kenapa lari-lari?” pak satpam sekolah bertanya karena merasa heran melihat saya berlari dari arah gedung itu, “tidak ada apa-apa pak”, “kamu jangan duduk disana sendirian, gedung itu sangat angker, kamu siswa baru ya?” kemudian saya mengangguk.

“kamu tu ngapain kesana?”, “tadi saya di usir dari kelas pak, makanya saya nyari tempat yang sepi untuk duduk biar ngak dilihat sama guru lain” “lain kali kamu jangan sendiri lagi kesana, tempat itu bahaya loh, sering ada yang kesurupan disana” “ iya pak” kemudian saya pergi dan saya tidak menanyakan lebih lanjut tentang tempat itu kepada pak satpam dengan tujuan agar dia tidak curiga kalau saya habis bertemu dengan makhluk mengerikan disana”

setelah jam pelajaran dengan wali kelas saya habis, saya segera masuk ke kelas untuk pelajaran berikutnya, dan pastinya saya tidak bisa fokus memperhatikan guru menerangkan karena beberapa makhluk halus yang berada dikelas itu, dan yang saya dengar hanya suara makhluk halus tersebut. sepulangnya dari sekolah saya langsung ke rumah karna saya ingin mempelajari buku tua yang saya temukan tadi malam lebih lanjut.

“saya harus mencari seseorang yang bisa membantu saya, tapi siapa?” saya terus berusaha memahami buku itu tapi saya memerlukan seseorang yang bisa menolong saya, seseorang yang bisa melihat apa yang saya lihat dan mendengar apa yang saya dengar. karna tidak mungkin saya menceritakan hal ini kepada ibu saya, saya tidak mau membuat dia semakin khawatir, apalagi sekarang beliau selalu cemas karna kejadian beberapa waktu lalu saat saya kesurupan dan saya tidak mau  menambah bebannya lagi.

didalam buku itu dituliskan “air mampu mengalahkan api karena ketenangannya, padamkan amarahmu, maka kendali itu ada pada dirimu tidak akan putus di urat nadimu tetapi terus mengalir di darahmu”. “darah? apa maksudnya?” tetapi makhluk halus itu pernah menyebut nama ayah saya, apa jangan-jangan bakat ini di turunkan dari ayah saya, karna memang ayah saya adalah orang yang cukup paham dengan spiritual, tapi kenapa harus saya kenapa tidak kakak laki-laki saya yang paling tua saja? kemudian di buku itu juga dituliskan hanya yang paling kuatlah yang mampu mengendalikan.

buku yang aneh, gila, penuh dengan teka-teki, saya harus segera menemukan orang yang bisa mendengar dan memberikan saya solusi untuk keluar dari permasalahan ini, saya yakin akan menemukannnya.

malam itu berbeda dengan malam sebelumnya, saya tidur dengan pulas dan tanpa ada gangguan.

“bersiaplah, suatu hal telah menunggumu hari ini” bisikan itu membangunkan saya, “siapa itu? apa maksudmu?” tetapi tidak ada siapapun, dan ternyata hari sudah pagi, mungkin itu Cuma halusinasi saja.

bukan.. itu bukan halusinasi… ternyata hal buruk memang sudah menanti saya...

Next Part 11..

Index Cerita

Kamu baru saja membaca tentang Sekarang Kamu Tahu Part 10 : Sebuah Kisah Nyata dari Mantan Indigo

Baca Juga Cerita Lainnya

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. Learn more