Short Story (part 1) MY SMILE

MY SMILE

MY SMILE
by. F.R

Senyum ? Aku memang tak pernah tersenyum apalagi tertawa. Itu terjadi beberapa tahun yang lalu.

***

Aku siswi baru di sekolah ini. Ya sebagaimana siswi baru aku sangat sulit mendapat teman. aku cuma dapat cacian dan bullying. Mungkin memang pantas untuk seorang sepertiku. Orang yang dituduh membunuh keluarga sendiri. Mereka tak tau apa yang terjadi. Bagaimana mungkin orang selemah diriku mampu membunuh. Tak masuk akal.

"PEMBUNUH !" kata itu tak asing lagi ditelingaku. Karna itulah aku tak pernah tersenyum ataupun tertawa. Senyumku direnggut ketika keluarga ku tewas. Aku bahkan tak ingat bagaimana mereka mati.

Guru disekolahku juga tak pernah mau menjelaskan padaku. Para guru malah membenciku dan terkadang memukuliku.

"Siswi kurang ajar ! Keluar dari ruangan ini !" aku sering belajar diluar. Tak punya teman.

Pagi itu aku datang hampir terlambat dan buru-buru.

"Bruk !"

"Maaf, saya tak sengaja," aku menabrak siswa yang tak aku kenal.

"Sudahlah tak apa, aku juga kurang hati-hati," dia tersenyum dan membantuku merapikan bukuku. Aku buru-buru ke kelas.

>><<

"Kau terlambat lagi siswi pembawa sial !" aku tau ini akan terjadi. Ketika kamu melakukan sebuah kesalahan orang lain akan mengingatnya lebih baik dan ketika mereka berbuat sama kita bisa melupakannya dengan cepat. Dunia memang tak adil.

"Kemarikan tanganmu !" Aku pasrah dan melakukan perintah yang akan menyiksaku.

"PLAK ! PLAK ! PLAK !" mungkin lebih 5x aku dipukul. Tanganku memang sudah terbiasa tapi sakitnya tak pernah bisa hilang. Selesai dihakimi aku diperbolehkan duduk. Kami belajar hingga istirahat datang.

Aku biasanya istirahat ditaman sendirian dengan makan bekal seadanya dari bibiku satu-satunya yang sayang padaku. Suara tak asing mengejutkanku "Hei bawa bekal ya?"

"Ya," aku memang tak terlalu suka dekat dengan orang baru.

"Oh ya maaf soal yang tadi pagi, kenalkan aku Jhil," katanya ramah.

"Tak apa, aku July," singkatku.

"Hmm nama kita sama ya awalannya, hehe," dia tertawa kecil. Kami mengobrol walaupun jawabanku cuek dia tak terbawa suasana.

Berawal dari siang itu kami bersahabat. Dia memang tak bisa membuatku tersenyum tetapi dia terus menemaniku kemanapun. Hingga dia berkunjung kerumah ku. Dia merasa aneh akan bibiku. Perasaan yang sama saat aku melihat keluargaku.

Berminggu-minggu setelahnya dia menghilang. Sejak saat itu aku bisa tersenyum lega. Mungkin karna dia hilang bersama bibiku.





0 Response to "Short Story (part 1) MY SMILE"

Post a Comment