FAIRY TALES CREEPY VERSION ( SNOW WHITE & 7 DWARFS )

Fairytales Creepy Version
Cerita ini sudah diubah dan mungkin bertolak belakang dengan cerita yang pernah kalian baca.
Jadi maaf jika banyak kesalahan.
SNOW WHITE & 7 DWARF
Didunia ini pasti ada yang cantik dan ada yang kurang cantik. Setiap wanita ingin dipuji di sanjung diutamakan dan jadi idaman pria. Cerita ini adalah kisah ibu tiri yang iri kepada anaknya yang sangat cantik.
"Siapa paling cantik didunia ini wahai cermin ajaib !?" Sang ratu lagi-lagi bertanya kepada cerminnya seakan tak percaya dia wanita yang cantik.
"Anda wanita yang cantik ratu tapi..."
Bertahun yang lalu, seorang ratu tengah menjahit dan tangannya terluka karna kurang berhati-hati. Darahnya menetes ke salju dan melihat. Karna itu dia berdoa meminta agar memiliki anak seputih salju, semerah darah dan sehitam kayu ebony. Beberapa bulan setelahnya ratu melahirkan putri yang cantik. Kulitnya seputih salju, bibirnya semerah darah dan rambutnya sehitam kayu ebony. Sebagai gantinya sang ratu kehilangan sesuatu yang paling berharga bagi manusia yaitu nyawanya. Anaknya diberi nama putri salju.
Sang raja menikah dengan ratu baru yang suka bercermin di cerminnya yang bisa berbicara dan selalu berkata jujur bahkan melebihi kejujuran manusia.
"TAPI APA !?" ratu marah dengan cerminnya.
"tapi putri salju lebih cantik," jawaban cermin yang kini telah berubah seiring waktu berjalan karna putri yang dulunya seorang gadis nan mungil sekarang telah remaja.
Semenjak hari itu ratu selalu merencanakan pembunuhan terhadap putri salju. Mulai dari jebakan paku yang akan menimpa jika terinjak, panah beracun, racun diminuman dan makanan, bahkan mencoba menusuk disaat terlelap. Semua rencana gagal karna adanya sang raja di istana. Maka bergantilah pemikiran sang ratu.
Malam itu "Baginda malam ini aku akan melayanimu sampai terlelap !" benar saja sang raja terlelap dengan pisau dijantungnya. Akhirnya sang ratu bebas sesukanya. Terutama dia menuduh putri salju dengan liciknya. Membuat putri salju terusir dari istana.
Putri salju pergi dari istana dengan prajurit kepercayaan ratu. Ratu telah berencana agar putri salju dihabisi ditengah hutan. Namun tanpa dia sadari prajurit berkhianat dengan membunuh seekor rusa dan membiarkan putri salju pergi.
"Ini jantungnya yang mulia," prajurit berlutut. Dengan cepat sang ratu memakan jantung itu mentah-mentah.
Sang ratu kembali bertanya pada cermin. Jawabannya tetap sama "anda memang cantik tetapi putri salju yang tinggal dengan 7 kurcaci seratus kali lebih cantik !" sang ratu marah dan merencanakan pembunuhan lagi.
Awalnya dengan mencekik putri salju dengan pita ketika dia sendirian. Namun para kurcaci dengan cepat melepaskan pita dan putri sadar. Ketika ratu bertanya hasilnya tetap sama. Ratu kesal dan memikirkan rencana baru.
Matahari hampir terbenam lagi. Ratu yang menyamar datang dan menawari putri salju sisir. Putri salju yang lugu tanpa pikir panjang menerimanya dan pingsan, untungnya para kurcaci menyelamatkan putri salju.
Rencana terakhir adalah membuat apel beracun. Putri salju menolak namun sang ratu dengan cerdiknya membuat putri memakan apel itu. Putri salju mati dan tak tertolong lagi. Para kurcaci pasrah dan memasukkan putri salju dalam peti kaca.
Terlarut dalam kesedihan para kurcaci bertemu dengan pangeran yang ingin memiliki sang putri. Dengan cukup sulit pangeran akhirnya membawa putri salju ke pengobat istana. Putri salju diambil apel dalam kerongkongannya dengan cara yang cukup mengerikan jika salah sedikit tenggorokan putri salju bisa robek.
Putri salju menikah dengan pengeran dan mengundang sang ratu. Sang ratu yang penasaran karna cerminnya menjawab pengantin baru yang tercantik. Ia pun pergi.
"TANGKAP DAN PASUNG DIA !" putri salju tersenyum pertanda semua dendamnya terbalas walaupun bekas jahitan itu tak bisa hilang dari lehernya.
Sang ratu ? Ya dia dipasung dan dipaksa menjadi penghibur istana. Tidak lucu cambuk panas akan memanggang punggungnya.
Kejahatan bersahabat dengan karma.
FIN

0 Response to "FAIRY TALES CREEPY VERSION ( SNOW WHITE & 7 DWARFS )"

Post a Comment