Hantu Ngeak Cerita Urban Legend Sumatera Barat

ilustrasi gambar
Hantu Ngeak

Hantu Ngeak adalah salah satu legenda dari tanah Minang di Sumatera Barat di katakan Hantu Ngeak berasal dari arwah anak bayi yang digugurkan, mungkin karna akibat perbuatan zinah kedua orangtuanya atau semacamnya.
Merupakan sosok Hantu biasanya tidak menampakkan wujudnya kepada orang-orang, namun mengeluarkan suara seperti tangisan seorang bayi. Suara tangisan yang mengganggu orang-orang di sekitarnya konon katanya menunjukkan tempat di mana bayi malang itu dibuang.
Konon juga katanya jika ada orang yang mendengar tangisan bayi itu lalu mencari asalnya dan berakhir di sebuah pohon bambu, pohon besar, atau di tempat-tempat yang tak lazim, maka itu diyakini merupakan perbuatan dari hantu Ngeak.

Di namakan Hantu Ngeak, karna dalam bahasa minang kabau "Ngeak" berarti sama seperti anak kecil yang menangis/mengeak.

Hantu ngeak juga di yakini, jika anda mendengar suaranya jauh atau sangat pelan tidak terlalu jelas, berarti dia dekat dengan anda, bahkan sangat dekat, namun jika suaranya terdengar jelas, itu berarti keberadaannya cukup jauh dari anda.

Sebagai orang minang mimin sendiri pun pernah mendengar suara tangis hantu ngeak ini beberapa kali, namun untuk melihatnya belum pernah, jadi saya tidak dapat pastikan wujudnya, mudah-mudahan saja tidak terjadi hehe.
Berikut mimin tuliskan pengalaman tersebut.

#Kejadian 1
Kajdiannya sekitar 6 tahun yang lalu waktu itu saya masih sekolah kelas 2 SMK, sebagai anak sekolahan waktu itu saya punya pacar tidak seperti sekarang, saya masih ingat waktu itu pacar saya masih kelas 1 SMK dan tinggal di kos2an gitu, singkat cerita saja, pada suatu malam kami sudah janjian untuk keluar sekedar jalan-jalan.
Akhirnya setelah duk2an minta izin kepada pak kost, akhirnya kami di perbolehkan pergi, kami hanya sekedar berkeliling naik motor, akhirnya bosan juga, dan saya mengajaknya untuk berhenti, di sebuah sekolah, dulunya itu adalah sekolah dimana tempat saya SD, sehingga saya merasa sudah biasa dan tidak akan ada apa2, karna saya juga kenal orang2 di sekitar daerah situ dan juga tidak ada orang yang bercerita sekolah itu angker atau cerita-cerita aneh lainnya. Sekolah itu posisinya agak di atas bukit, ada lampu di depan, namun di bagian agak kedalam tidak ada lampu sama sekali, waktu itu kami duduk di depan perpustakaan karna disitu ada bangku untuk duduk sekedar mengobrol, karna perpustakaan ini posisinya agak di tengah jadi kondisinya agak redup-redup gt tidak teterangi sempurna oleh lampu depan, tidak terlalu gelap juga.
Namun tidak berapa lama kami duduk bercerita dan tertawa kecil belum sampai 5 menit. Dari jauh seperti ada sesuatu. saya seperti mendengar sesuatu, saya mendengar seperti ada suara tidak terlalu jelas sumber suara itu dari mana, itu seperti suara kecil yang mengeak seperti menangis, tapi tidak jelas, awalnya saya tidak terlalu menghiraukan suara itu, saya pikir itu hanya binatang atau apalah di hutan dekat bambu dibelakang sekolah, tapi suara itu terus terdengar, dan semakin saya dengar, semakin sangat jelas, seperti anak kecil yang sedang mengeak menangis dengan suara halus sekarang suara itu benar2 jelas sangat jelas, ketika saya pikir sudah cukup mendengarkan suara itu, di sertai bulu kuduk merinding, saya jadi ingat waktu di rumah paman dulu dimana waktu itu malam hari kami dikejutkan dengan suara yang sama dan menurut paman waktu ku tanya karna penasaran, ia menjawab itu adalah hantu ngeak.

#Kejadian 2
Kejadiannya didaerah tempat saya tinggal waktu itu saya berdua dengan teman saya, waktu itu adalah malam minggu dan sudah larut malam, jadi tempat ini agak kedalam sananya dari tempat saya tinggal ada sebuah tempat padang rumput posisinya di atas bukit juga, jadi kalau kita naik kesana, kita bisa memandang kekejauhan melihat cahaya lampu rumah2 dibawah suasananya sangat tenang, biasanya kami datang ke tempat ini sekdar untuk duduk bersantai memandang perumahan dibawah sambil nyantai-nyantai atau apalah kegiatan aneh lainnya, karna keadaan padang rumput ini sepi tidak ada perumahan, jadi kami disini bisa lebih lelluasa seperti berkata apa aja, cerita apa aja ataupun berteriak, tanpa khawatir ada orang mendengar ataupun tersinggung oleh perkataan kami.
Lewat jalan kecil kami naik ke atas dengan mtor, waktu kami sampai di atas, tidak ada yang spesial, teman saya hanya nelpon pacarnya sambil ngutik2 handphonenya yang 1 lagi, smntara saya cma duduk smbil menikmati rokok melihat ke perumahan bawah, sampai saat itu tidak ada apapun yang terjadi semuanya normal2 saja, walau sudah larut malam, sampai akhirnya teman saya dengan keisengannya sambil nelfon pacarnya, dengan sngaja mutar film BF di handphonenya dg volume yang keras dan dia hanya tertawa sambil telfonan.
Distulah tiba2 saya mendengar suara, seperti anak kecil yang sedang menangis mengeak, terdengar cukup jelas, untuk sesaat saya menyuruh teman saya diam, dan suara menangis seperti mengeak itu terdengar jelas dan itu di dengar juga oleh teman saya, saya sadar suara itu adalah hantu ngeak, teman saya hanya bertanya ketakutan apa ituu? itulah hantu ngeak kata orang, jwabku singkat, waktu itu teman saya sudah ketakutan ingin segera pergi kebawah, tapi saya memintanya untk ttap tenang dan mencari sumber suara itu, karna berdua jadi saya sedikit berani, stidaknya dia bisa kbarin ke orng dbawah ntar, kalau kenpa2, namun karna dia sudah keburu benar2 takut akhirnya lari kebawah duluan, Saya pun buru2 ambil motor secepat mngkin untuk mengejarnya kebawah.

Menurut saya sendiri suara tangis hantu ngeak ini agak sedikit berbeda dari bayi biasa yang menangis, suaranya terkadang agak panjang dan halus yang membuat bulu kuduk berdiri. agak sulit juga dijelaskan
Jika mendengar seperti suara tangis bayi di suatu tempat pada hal di tempat tersebut tidak ada rumah atau tidak ada warga yang memiliki anak kecil lalu ketika mencoba mencari asal sumber suara tangis bayi itu dan berakhir di sebuah pohon bambu, pohon pisang, pohon besar, atau di tempat-tempat yang tak lazim lainnya, maka itu diyakini merupakan dari hantu Ngeak.

0 Response to "Hantu Ngeak Cerita Urban Legend Sumatera Barat"

Post a Comment